Tim Khusus Kejar Perampok BNI
JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes M Iriawan memimpin langsung tim khusus guna mengejar para tersangka kasus perampokan uang Rp 15 miliar di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Senin (13/7) malam pukul 20.00 WIB.
Kepala Subbidang Publikasi Humas Polda Metro Jaya AKBP Mahbub di Jakarta, Selasa (14/7), mengatakan, kasus itu diambil alih Polda Metro Jaya karena lokasi terjadinya kejahatan ada di wilayah Polres Metro Jakarta Barat dan Polres Metro Jakarta Utara. Ia mengatakan, selain dari Polda Metro Jaya, sejumlah anggota reserse dari Polres Metro Jakarta Barat dan Jakarta Utara juga ikut bergabung untuk mengungkap kasus ini.
“Polisi telah mengambil keterangan beberapa saksi dan melakukan pemeriksaan atas barang bukti yang ada. Kini, pelakunya masih dikejar,” katanya. Mobil B 8252 BW yang membawa uang Rp 15 miliar telah ditemukan polisi di Jalan RE Martadinata, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (13/7) malam, sekitar pukul 22.15 WIB. Polisi menemukan senjata api yang diduga milik seorang anggota polisi yang mengawal mobil itu, sedangkan uang Rp 15 miliar telah hilang.
Mobil itu dikemudikan oleh Ahmad dan seorang karyawan perusahaan jasa pengiriman uang bernama Ade. Seorang anggota Direktorat Pengamanan Obyek Vital Polda Metro Jaya Bripda Edi ikut mengawal mobil itu dengan senjata laras panjang.
Di Tanjung Duren, mobil berisi uang itu diserempet oleh mobil lain sehingga membuat Bripda Edi turun dari mobil tanpa membawa senjata yang dibawa. Kawanan perampok yang diduga berjumlah lima orang lalu menodong polisi dan dua penumpang mobil uang itu. Para perampok yang menggunakan penutup wajah itu lalu mengambil alih mobil berisi uang itu. Bripda Edi yang diturunkan di Latumenten lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Metro Tanjung Duren.






