KOMPAS: Polsek Kelapa Gading Berbasis Multimedia
Ajun Inspektur Satu Marijan terlihat serius memegang mouse dan memerhatikan layar komputer di ruang depan Kepolisian Sektor Kelapa Gading, Jakarta Utara. Marijan dengan saksama memerhatikan ruang tahanan di belakang polsek yang diawasi dari jarak jauh dengan kamera pemantau (CCTV) yang dapat digeser ke kanan, kiri, atas, dan bawah.
Tangan kanan Marijan sibuk menggeser mouse dan mengklik tombol yang muncul di layar monitor 19 inci keluaran terbaru jenis energy saving yang saling terhubung dalam jaringan kerja lokal (local area network).
”Ke mana yang jaga ruang tahanan,” Marijan bertanya kepada anak buahnya setelah melihat tidak ada penjaga yang bertugas di ruang tahanan.
Ternyata orang yang dicari sedang mencari makanan untuk berbuka puasa bagi polisi dan tahanan di Polsek Kelapa Gading. ”Maaf, Pak. Saya memang sedang keluar untuk mengambil makanan untuk buka puasa,” ujar petugas yang dicari Marijan.
Semua gerak-gerik polisi, pengunjung, dan tahanan direkam oleh beberapa CCTV yang tersebar di pelbagai sudut dalam dan luar Polsek Kelapa Gading yang terletak tidak jauh dari Mal Kelapa Gading, pusat jual beli mobil, dan sejumlah apartemen di lingkungan menengah ke atas itu.
Bahkan, jika ingin menggunakan internet, disediakan empat titik hot spot di sekitar Polsek Kelapa Gading. Rekaman dan data telepon yang masuk dan keluar dari polsek juga terekam secara rapi.
Sejak dua bulan terakhir, sebuah terobosan dilakukan dengan mengembangkan layanan polisi berbasis multimedia. Kepala Polsek Kelapa Gading Komisaris Marudut Liberty Panjaitan yang ditemui pada Sabtu (29/8) menerangkan, situs interaktif disediakan Polsek Kelapa Gading untuk warga sekitar.
”Banyak warga Kelapa Gading yang sangat sibuk karena mereka bekerja sebagai profesional atau pebisnis. Dengan adanya pengembangan layanan multimedia, kami membuka forum interaktif dengan warga di dunia maya. Kami menyediakan administrator dan saya juga menjawab keluhan dan informasi yang disampaikan warga ke polsek secara online,” kata Panjaitan.
Bagi Panjaitan, upaya tersebut merupakan sarana pendukung dari perpolisian masyarakat yang gencar dilakukan di tingkat RT dan RW. Hanya saja, perpolisian masyarakat kini dikembangkan lebih lanjut dengan menggunakan fasilitas dunia maya.
Para polisi di Polsek Kelapa Gading yang sebagian besar berusia di atas 30 tahun juga ”dipaksa” untuk mengetahui seluk-beluk internet. Adapun polisi muda yang berusia di bawah tiga puluh tahun lebih cepat beradaptasi dengan pelbagai sarana canggih yang disediakan untuk memudahkan kerja mereka.
Sarana yang disediakan memang cukup mewah untuk ukuran sebuah polsek, bahkan di ibu kota Jakarta sekalipun.
Secara teknis, disediakan koneksi internet berkapasitas 6 megabyte per second (Mbps) dengan load balancing atau auto failover router sehingga koneksi internet tidak tergantung satu saluran, e-mail berkapasitas 7 gigabyte per second sebagai sarana komunikasi dan pengaduan, PABX dengan log percakapan komunikasi melalui telepon dan caller-ID, 23 outlet siaran televisi lokal, nasional, ataupun internasional.
Efektivitas
Efektivitas proyek tersebut memang belum bisa dilihat secara langsung. Pemutakhiran data di situs Polsek Kelapa Gading juga terlihat belum dilakukan maksimal setiap sepekan atau tiap hari oleh administrator situs polsek.
Marudut mengaku, dia sudah menugaskan beberapa polisi muda untuk menjadi administrator dan teknisi sistem multimedia yang dikembangkan. Dia memanggil salah satu polisi untuk mengatur laptop wartawan Kompas agar dapat digunakan mengakses situs polsek yang hendak ditunjukan langsung.
Kelemahan memang masih ada mengingat masih barunya sistem. Demikian pula tantangan ke depan, yaitu merawat dan mengembangkan apa yang sudah dibangun.
Pengalaman membuktikan, di Indonesia banyak pembangunan menjadi mubazir karena faktor perawatan dan pengembangan tidak diperhitungkan saat sebuah proyek unggulan dikerjakan.
Namun, dalam mengembangkan interaksi dengan masyarakat berbasis multimedia, setidaknya upaya sosialisasi dilakukan Panjaitan dengan menghubungi para ketua RT dan RW, pengelola apartemen, pertokoan, dan tokoh masyarakat tentang layanan berbasis multimedia di Polsek Kelapa Gading.
Dalam forum di situs Polsek Kelapa Gading setidaknya sudah terlihat ada komunikasi dari warga kepada polisi. Ada warga yang memberi masukan agar alamat situs http://polsekgading.com menjadi http://polsekgading.co.id untuk menghindari kesan komersialisasi karena menggunakan dotcom.
Pelbagai masukan masyarakat dapat dilihat langsung melalui internet. Tindak lanjutnya tentu saja kembali kepada respons polisi.
Informasi kegiatan masyarakat dan polisi juga disosialisasikan melalui situs polsek. Sejumlah situs berita seperti Detik.com dan Kompas Cyber Media juga disajikan pada halaman utama situs Polsek Kepala Gading.
”Shower” dan ”Locker”
Sarana penunjang lain juga disediakan oleh Marudut bagi polisi dan pengunjung. Beberapa shower, kamar mandi dengan kloset duduk, disediakan bagi pengunjung. Para polisi yang bertugas juga mendapat locker kayu penyimpan barang dan ruang ganti.
Lampu penerangan di halaman polsek juga dilengkapi sensor otomatis yang akan menyala begitu hari mulai gelap. Bahkan, baut di tiang lampu pun diberi pembungkus untuk menghindari karat. Secara ideal memang menarik. Namun, sekali lagi, merawat lebih susah daripada membangun.
Meski masih jauh dari sempurna, reformasi Polri sepuluh tahun terakhir memberi peluang perbaikan dan terobosan dalam layanan masyarakat. (Iwan Santosa)
Dikutip dari: KOMPAS cetak






Salam hormat kami buat jajaran Polsek Kelapa Gading, web yang bagus dan interaktif ,.
@polsek pamulang : terimakasih polsek pamulang,,